Emosi menjadi salah atu ciri wanita, Terlebih dalam kondisi haid, ketika hormon sedang mengalami perubahan, biasanya emosi meningkat. Bagi seorang wanita yang sudah memiliki anak, biasanya ia meluakan emosinya kepada anak-anaknya. Sangat disayangkan bahwa hal ini sudah menjadi kenyataan sehari-hari. Jabir ibn Abdullah r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian menyumpahi dirimu sendiri, anak-anakmu, dan harta,au. Jangan sampai bertepatan waktu dengan dikabulkannya doamu" (HR Muslim).
Begitu pula jika ada anggota keluarga yang meninggal, biasanya ia meratap dengan berlebihan. Tentu, merasa sedih atas kepergian anggota keluarg adalah sesuatu yang wajar dan lumrah, tapi uyang dikehendaki adalah agar menjaga emosi sehingga tidak berlebih-lebihan. Ummu 'Athiyyah r.a. berkata, "Sewaktu baiat, Rasulullah SAW berpesan kepada kami supaya kami tidak meratapi orang yang meninggal dunia." (HR Muslim).
Abdullah ibn Mas'ud r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bukan dari golongan kami orang yang memukuli pipinya, merobek baju, dan menyeru dengan seruan-seruan jahiliah". (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Syariat islam pun menganjurkan agar seorang suami mau menasihati istrinya jika sang istri memiliki emosi yang besar. Luqaith ibn Suraih berkata, "Ya Rasulullah, aku punya seorng istri yang...(ia menyebutkan kata-kata kasar istrinya." Rasulullah bersabda, "Ceraikanlah ia!" Ia berkata lagi, "Ia mempunyai seorang adik perempuan dan seorang anak." Rasulullah SAW bersaba, "Suruhlah ia berbuaat baik atau bicaralah kepadanya jika ada kebaikan yang akan ia lakukan, janganlah memukul istrimu seperti budak wanita". (HR Ahmad dan Abu Daud)
Pada zaman Rasulullah, ada seorang wanita yang terkena penyakit ayan. Rasulullah menganjurkan brsabar atas penyakitnya tersebut, dan sang wanita memilih untuk bersabar. Dengan pilihannya itu, Rasulullah menjanjikan surga baginya. Ibn 'Abbas r.a. bertanya kepada 'Atha' ibn Abi Rabiah, "Maukah kamu saya tunjukkan seorang wanita yang termasuk ahli surga?" 'Atha' menjawab, "Ya, saya mau". Ia berkata, "Itu, wanita hitam yang pernh datang kepada Nabi SAW, waktu itu ia berkata, "Sesugguhnya saya mempunyai ayah, dan sesungguhnya sayaa mempunyai penyakit ayan, dan sungguh pernah terbuka aurat saya karena enyakit saya itu. Oleh karena itu, doakanlah kepada Allah agar penyakit saya sembuh". Beliau bersabda "Jika kamu mau sabar, kamu akan mendapatkan surga, an jika kamu tetap meminta, saya pun akan berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkan penyakitmu itu". Wanita itu berkata "Saya akan bersabar". kemudian, wanita itu brkata lagi "Sesungguhnya kadang-kadang sampai terbuka aurat saya, maka doakanlah kepada Allah agar aurat saya tidak terbuka." Maka Nabi pun mendoakan baginya (HR Al Bukhari dan Muslim)
Demikianlah, doa menjadi senjata dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan ini. Bukan dengan mengutuk dan memaki.
Diambil dari buku Wanita yang Dirindukan Surga (Ibadah-Ibadah Utama Khusus Wanita) M. Fauzi Rachman